JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan riset maritim Indonesia dengan memperkuat kapal riset yang dimiliki melalui kolaborasi dengan organisasi riset internasional, OceanX.
Kolaborasi ini bertujuan untuk membawa riset maritim Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi dengan memperbaiki kualitas kapal riset yang dimiliki oleh BRIN.
Dalam hal ini, OceanX akan berperan sebagai mitra strategis yang menyediakan teknologi dan pengalaman terkait dengan kapal riset modern, seperti OceanXplorer, yang digunakan dalam program riset bersama ini.
Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, dalam acara OceanX–BRIN Collaborative Deep-sea Research and Capacity Building Program 2025 – Mission Leg 2 yang disiarkan langsung secara daring pada Jumat, menekankan pentingnya mencatat dengan teliti fasilitas dan peralatan yang ada di kapal OceanXplorer sebagai acuan untuk memperkaya kapal riset yang dimiliki oleh BRIN.
Tujuan utamanya adalah untuk melengkapi kapal riset BRIN dengan teknologi dan peralatan yang setara dengan standar internasional.
"Saya berpesan agar para periset untuk mencatat baik-baik fasilitas dan peralatan yang ada di kapal OceanXplorer ini untuk kita inventarisasi dalam rangka melengkapi kapal risetnya BRIN sendiri," ujar Amarulla dalam keterangan resmi tersebut.
Meningkatkan Kapasitas Riset Maritim Indonesia
Dalam program riset yang melibatkan BRIN, OceanX, dan sejumlah universitas Indonesia, Amarulla berharap agar kegiatan riset ini dapat memberikan hasil yang positif untuk riset maritim Indonesia.
Ke depannya, riset lanjutan dari kegiatan ini akan dilaksanakan sepenuhnya oleh para periset dalam negeri yang menggunakan kapal riset milik BRIN. "Jadi, nanti dari kita akan melaksanakan riset-riset lanjutannya menggunakan kapal riset kita sendiri dengan peralatan yang juga sama," jelas Amarulla.
Hal ini bertujuan agar Indonesia bisa mengembangkan riset maritim yang lebih mandiri, tanpa ketergantungan pada pihak luar. Salah satu langkah strategis adalah dengan memastikan bahwa kapal riset BRIN mampu memenuhi standar riset internasional.
OceanXplorer, yang menjadi bagian dari program kolaborasi ini, merupakan kapal riset canggih yang telah digunakan dalam berbagai ekspedisi laut dalam yang melibatkan teknologi mutakhir.
Riset Ekosistem dan Gunung Dasar Laut
Riset yang dilaksanakan dalam OceanX–BRIN Collaborative Deep-sea Research and Capacity Building Program 2025 bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai ekosistem dasar laut dan gunung dasar laut. Program ini merupakan kelanjutan dari riset yang telah dilakukan pada tahap pertama, yang difokuskan pada rangkaian gunung laut di utara Sulawesi. Tahap kedua dari riset ini dilakukan pada 5 hingga 24 Januari 2026 dengan memanfaatkan kapal riset OceanXplorer.
Sebagai bagian dari upaya penguatan riset maritim, BRIN memfokuskan perhatian pada penelitian dasar laut yang menyimpan banyak potensi sumber daya alam.
Penelitian ini penting karena gunung dasar laut sering kali menjadi lokasi yang kaya akan keanekaragaman hayati, serta sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan oleh negara.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan peneliti Indonesia dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk mengembangkan riset lebih lanjut tentang ekosistem laut Indonesia.
Kolaborasi dengan OceanX dan Universitas Indonesia
Tidak hanya melibatkan pihak OceanX, riset ini juga menggandeng sejumlah universitas terkemuka di Indonesia, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Sam Ratulangi Manado, dan Universitas Mataram.
Selain itu, turut serta juga beberapa institusi internasional, seperti University of Rhode Island (AS) dan Indo Ocean Foundation. Kolaborasi ini membuktikan komitmen bersama dalam memperkuat kapasitas riset maritim di Indonesia.
Para peneliti dari BRIN, OceanX, serta institusi terkait akan bekerja bersama dalam proyek ini untuk memperkaya data mengenai keanekaragaman hayati dan geologi dasar laut Indonesia.
Kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan pengetahuan baru tentang kondisi bawah laut yang sebelumnya masih kurang terjamah oleh penelitian.
Pentingnya Dokumentasi dan Penyimpanan Sampel
Amarulla juga menekankan bahwa hasil riset dari program kolaborasi ini harus terdokumentasi dengan baik. Salah satu aspek penting dalam kegiatan riset ilmiah adalah penyimpanan sampel yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Hal ini agar data yang dikumpulkan selama ekspedisi dapat diakses oleh peneliti dan digunakan untuk penelitian lanjutan.
"Hasil proyek riset bersama ini harus terdokumentasi dengan baik, termasuk dalam penyimpanan sampel sesuai dengan peraturan yang berlaku," ungkap Amarulla.
Dokumentasi yang tepat tidak hanya akan membantu dalam kelanjutan riset, tetapi juga berfungsi untuk memvalidasi temuan yang dapat digunakan untuk kebijakan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.
Tahap Kedua Riset yang Diharapkan Menghasilkan Temuan Baru
Sebagai bagian dari riset lanjutan, kegiatan yang berlangsung pada Januari 2026 ini juga memiliki tujuan untuk menambah wawasan tentang ekosistem dasar laut yang ada di perairan Indonesia.
Program ini menargetkan temuan-temuan baru yang dapat berkontribusi pada pengelolaan sumber daya alam Indonesia, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi maritim terbesar di dunia.
Dengan dukungan kapal riset yang dilengkapi dengan peralatan mutakhir, riset yang dilakukan oleh BRIN bersama OceanX ini akan memberikan kontribusi besar dalam mengungkap lebih dalam tentang keanekaragaman hayati laut Indonesia, yang memiliki potensi besar untuk mendukung sektor ekonomi biru Indonesia di masa depan.
Meningkatkan Kemandirian Riset Maritim di Indonesia
Kolaborasi dengan OceanX juga menjadi langkah penting dalam membangun kemandirian riset maritim Indonesia. Di masa depan, Indonesia diharapkan memiliki kapal riset yang setara dengan kapal-kapal riset internasional, sehingga negara dapat melakukan riset mandiri tanpa bergantung pada bantuan luar negeri.
"Kami berharap riset-riset lanjutan ke depan dapat sepenuhnya dilakukan oleh periset Indonesia, dengan fasilitas yang sama seperti yang dimiliki oleh OceanX," ujar Amarulla, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas riset maritim di Indonesia.
Menyongsong Masa Depan Riset Maritim yang Lebih Mandiri
Dengan langkah kolaborasi antara BRIN dan OceanX, Indonesia tengah menyiapkan diri untuk menjadi negara dengan riset maritim yang lebih maju dan mandiri.
Melalui peningkatan kapal riset, pelatihan bagi peneliti, dan pemanfaatan teknologi canggih, diharapkan Indonesia dapat lebih banyak berkontribusi dalam dunia riset maritim global.
Program ini juga sejalan dengan upaya BRIN untuk memperkuat riset dan inovasi nasional, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut Indonesia yang kaya akan sumber daya alam.