AHY Resmikan Huntara di Aceh Tamiang dengan Fasilitas Lengkap dan Layak Huni

Jumat, 23 Januari 2026 | 13:59:37 WIB
AHY Resmikan Huntara di Aceh Tamiang dengan Fasilitas Lengkap dan Layak Huni

JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmennya untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana melalui berbagai program bantuan yang dirancang untuk meringankan beban para korban. 

Salah satunya adalah pembangunan hunian sementara (huntara) yang diperuntukkan bagi warga yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tamiang. 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara resmi meresmikan huntara tersebut.

Peresmian ini menandai langkah penting dalam pemulihan wilayah yang terdampak bencana besar ini, sekaligus memperlihatkan fokus pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terkena dampak bencana.

Huntara sebagai Langkah Awal Pemulihan

Huntara yang dibangun di Aceh Tamiang ini terdiri dari tujuh blok hunian yang menempati lahan seluas lebih dari 5.000 meter persegi. Setiap blok dirancang untuk dapat dihuni oleh 12 keluarga, sehingga total ada 84 keluarga yang akan menempati fasilitas ini. AHY menekankan bahwa huntara bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal dari proses pemulihan yang lebih besar. 

"Huntara ini bukan hanya menyediakan tempat tinggal sementara, tetapi juga sebagai langkah awal menuju pemulihan yang lebih permanen bagi warga," ujar AHY.

Keberadaan huntara tersebut diharapkan bisa memberi rasa aman dan nyaman bagi para warga yang selama ini hidup dalam ketidakpastian akibat kehilangan tempat tinggal mereka. 

AHY menegaskan bahwa selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan, huntara menjadi solusi yang memungkinkan masyarakat untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih layak.

Fasilitas Lengkap untuk Kenyamanan Warga

Salah satu aspek yang ditekankan dalam pembangunan huntara ini adalah tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga fasilitas pendukung yang memadai. 

Menurut AHY, setiap unit huntara dilengkapi dengan berbagai fasilitas dasar yang esensial untuk menunjang kehidupan warga, seperti kamar mandi atau toilet, dapur bersama, serta ruang terbuka yang dapat digunakan untuk kegiatan sosial warga. 

“Saya bersyukur karena huntara ini bukan hanya menyediakan tempat tidur yang lebih layak, melainkan dilengkapi dengan fasilitas pendukung utama yang sangat dibutuhkan oleh warga,” ungkap AHY.

Keberadaan fasilitas-fasilitas ini tidak hanya memastikan kenyamanan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang sebelumnya harus hidup di tempat-tempat yang tidak layak pascabencana. 

Kehadiran fasilitas umum seperti dapur bersama dan ruang terbuka juga memungkinkan terjadinya interaksi sosial antarwarga yang bisa mendukung proses rehabilitasi mental mereka pascabencana.

Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Pascabencana

Peresmian huntara di Aceh Tamiang ini tidak hanya menjadi simbol dari kepedulian pemerintah, tetapi juga menggambarkan komitmen nyata pemerintah untuk mengatasi dampak bencana secara cepat dan terkoordinasi. 

AHY menyatakan bahwa pembangunan hunian sementara ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa penanganan pascabencana dilakukan secara berkelanjutan. 

Ia menambahkan bahwa huntara ini adalah bagian dari total pembangunan 1.217 unit hunian untuk warga terdampak bencana, yang dipastikan dapat segera dihuni.

Menurut AHY, pembangunan rumah bagi masyarakat, khususnya setelah bencana besar yang merusak rumah mereka, merupakan hal yang paling mendasar. 

"Rumah adalah segala-galanya bagi masyarakat. Ketika banjir besar dan longsor yang dahsyat menghantam saudara-saudara kita, banyak rumah yang rusak, hancur, bahkan hilang dan hanyut," ujarnya. 

Hal ini menggarisbawahi betapa pentingnya penyediaan rumah yang layak huni pascabencana sebagai salah satu bentuk pemulihan yang menyeluruh.

Arahan Presiden Prabowo untuk Rehabilitasi Berkelanjutan

AHY juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberi arahan agar penanganan pascabencana tidak hanya berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi selesai. 

Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat yang terdampak bencana dapat kembali hidup dengan layak, dengan tempat tinggal yang aman dan nyaman.

 "Oleh karena itu, atas direktif dan kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pemerintah khususnya Kementerian Pekerjaan Umum berada di garis terdepan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana," tegas AHY.

Kebijakan ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang holistik dalam penanganan bencana, dari tahap tanggap darurat, pemulihan jangka pendek, hingga tahap rekonstruksi yang memerlukan waktu dan sumber daya yang cukup besar. 

Dengan bantuan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat, pemerintah berusaha untuk mempercepat proses pemulihan agar masyarakat yang terdampak bencana bisa kembali menjalani hidup dengan lebih baik.

Menghadapi Tantangan Pascabencana: Dukungan dan Sinergi

Pemerintah tidak bekerja sendiri dalam menangani dampak bencana ini. Terdapat kolaborasi antara berbagai pihak, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, serta organisasi kemanusiaan, untuk memastikan bahwa pemulihan pascabencana berjalan dengan baik. 

AHY mengungkapkan bahwa sinergi yang terjalin antar lembaga pemerintah, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Sosial, sangat penting untuk mempercepat penanganan dan pemulihan.

Selain itu, pemberian bantuan huntara ini juga menunjukkan betapa pentingnya pembangunan yang berbasis pada kebutuhan masyarakat. 

Setiap tahap pembangunan hunian dilakukan dengan memperhatikan kondisi lokal dan karakteristik masyarakat setempat, agar hunian yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Menguatkan Ketahanan Masyarakat Pasca Bencana

Di sisi lain, peran masyarakat juga sangat penting dalam proses pemulihan ini. Selain bantuan dari pemerintah, partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban di lokasi huntara menjadi bagian integral dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi penghuni huntara. 

Selain itu, adanya ruang terbuka yang dapat digunakan untuk kegiatan sosial juga diharapkan dapat mempererat ikatan antarwarga, yang akan mendukung mereka dalam menjalani kehidupan pascabencana.

Langkah Awal Menuju Pemulihan yang Lebih Baik

Pembangunan huntara yang diresmikan oleh AHY ini adalah langkah awal yang penting dalam proses pemulihan masyarakat Aceh Tamiang setelah bencana besar yang menimpa mereka. 

Tidak hanya menyediakan tempat tinggal yang layak, tetapi juga memperhatikan aspek kenyamanan dan fasilitas pendukung yang sangat dibutuhkan oleh warga.

Komitmen pemerintah, yang didorong oleh arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan dan terpadu memberikan harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat segera kembali ke kehidupan yang lebih baik, dengan rumah yang aman dan fasilitas yang memadai.

Terkini