PENYEBERANGAN

ASDP Catat Ratusan Ribu Orang Gunakan Penyeberangan Saat Libur Isra Mikraj

ASDP Catat Ratusan Ribu Orang Gunakan Penyeberangan Saat Libur Isra Mikraj
ASDP Catat Ratusan Ribu Orang Gunakan Penyeberangan Saat Libur Isra Mikraj

JAKARTA - Momentum libur panjang Isra Mikraj 2026 dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan perjalanan menggunakan layanan penyeberangan nasional. 

Berdasarkan catatan ASDP, ratusan ribu orang tercatat memanfaatkan layanan di lintasan utama, seperti Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk. 

Peningkatan arus penumpang dan kendaraan ini menunjukkan bahwa transportasi laut tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas, terutama ketika darat dan udara mengalami kepadatan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menekankan bahwa persiapan armada, kesiapan petugas, dan fasilitas di pelabuhan menjadi kunci kelancaran operasional. 

"Di saat yang sama, koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus kami perkuat agar arus penyeberangan tetap terkendali," ujarnya.

Data Pergerakan Penumpang di Lintasan Merak–Bakauheni

Lintasan Merak–Bakauheni menjadi salah satu jalur tersibuk selama libur Isra Mikraj. Data yang dikumpulkan ASDP menunjukkan, sejak Jumat hingga Minggu (16–18 Januari 2026), tercatat 87.472 penumpang dari Merak menuju Bakauheni dengan 21.317 unit kendaraan. 

Truk logistik mendominasi perjalanan dengan 9.731 unit, diikuti mobil pribadi sebanyak 8.116 unit.

Sebaliknya, dari Bakauheni menuju Merak tercatat 76.547 penumpang dengan 21.026 unit kendaraan, di mana truk logistik juga mendominasi sebanyak 9.796 unit, dan mobil pribadi 7.428 unit. 

Lonjakan kendaraan ini menunjukkan tingginya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat selama libur panjang, terutama bagi yang memanfaatkan momen libur untuk kunjungan keluarga atau urusan bisnis.

Heru Widodo menambahkan, meskipun arus lalu lintas padat, seluruh lintasan tetap dalam kondisi terkendali. “Kesiapan armada dan koordinasi dengan pihak terkait membuat perjalanan tetap aman dan nyaman bagi pengguna jasa,” jelasnya.

Pergerakan Penumpang di Lintasan Ketapang–Gilimanuk

Selain Merak–Bakauheni, lintasan Ketapang–Gilimanuk juga menunjukkan lonjakan penumpang dan kendaraan. Dari Ketapang ke Gilimanuk, tercatat 59.501 penumpang dengan 17.571 unit kendaraan, di mana truk logistik mendominasi sebanyak 5.905 unit dan kendaraan roda dua 5.767 unit.

Sementara dari Gilimanuk menuju Ketapang, tercatat 61.615 penumpang dan 17.029 unit kendaraan, dengan truk logistik 5.549 unit serta kendaraan roda dua sebanyak 5.508 unit. Data ini menunjukkan konsistensi mobilitas masyarakat yang mengutamakan transportasi laut sebagai sarana perjalanan antar-pulau di Indonesia.

Persiapan dan Strategi Operasional ASDP Selama Libur Panjang

Untuk menghadapi lonjakan penumpang, ASDP menyiapkan tiga skenario operasional yang memastikan armada dan fasilitas di pelabuhan siap digunakan. Petugas siaga di lapangan, koordinasi dengan dealer dan pihak terkait, serta penataan arus kendaraan menjadi fokus utama ASDP.

Selain itu, ASDP juga menerapkan sistem pemesanan tiket fleksibel melalui platform Ferizy, yang memungkinkan konsumen melakukan refund 25 persen dan reschedule 10 persen. K

ebijakan ini membantu masyarakat menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca atau kebutuhan mendesak tanpa kehilangan terlalu banyak biaya.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menekankan, “Keselamatan dan keamanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama, tanpa mengabaikan kenyamanan perjalanan.” 

Penyesuaian pola operasi dilakukan sesuai arahan resmi BMKG untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem pada periode 17–22 Januari 2026.

Antisipasi Cuaca Ekstrem Selama Periode Libur

Meskipun arus penyeberangan ramai, ASDP tetap mewaspadai kondisi cuaca ekstrem. Cuaca menjadi salah satu faktor yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan laut, khususnya di lintasan strategis seperti Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.

Pemantauan cuaca dilakukan secara intensif, dan operasi armada disesuaikan dengan prediksi BMKG. Jika cuaca buruk terjadi, jadwal keberangkatan dapat diubah untuk mengutamakan keselamatan penumpang dan kru kapal. 

Sistem ini membantu meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan tetap lancar meski kondisi alam tidak bersahabat.

Pelayanan dan Fasilitas untuk Pengguna Jasa

Selain kesiapan armada, ASDP juga memastikan fasilitas pelabuhan berfungsi optimal. Penataan antrian, keamanan barang bawaan, serta pelayanan informasi menjadi prioritas utama. 

Hal ini memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membawa kendaraan pribadi atau logistik.

Heru Widodo menyatakan, “Kami selalu berupaya menghadirkan layanan yang profesional dan responsif, sehingga pengguna jasa merasa aman, nyaman, dan efisien.” Pelayanan ini mencakup juga penyediaan ruang tunggu, fasilitas sanitasi, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Kontribusi Transportasi Laut untuk Mobilitas Nasional

Data pergerakan penumpang ASDP menunjukkan bahwa transportasi laut masih menjadi tulang punggung mobilitas antar-pulau di Indonesia. Lonjakan kendaraan logistik selama libur panjang menunjukkan pentingnya peran ASDP dalam menjaga distribusi barang dan jasa, selain melayani masyarakat.

Transportasi laut memungkinkan efisiensi waktu dan biaya dibandingkan jalur darat atau udara untuk rute tertentu. Kecepatan operasional, kapasitas armada, dan harga tiket yang kompetitif menjadikan penyeberangan sebagai pilihan utama masyarakat, terutama selama periode libur panjang.

Tips Aman Perjalanan Selama Libur Panjang

Untuk memastikan perjalanan nyaman, masyarakat disarankan merencanakan jadwal keberangkatan sejak dini. Pemesanan tiket online melalui Ferizy bisa membantu mengurangi antrean panjang. Selain itu, menyiapkan dokumen perjalanan, kendaraan, dan logistik dengan baik akan meminimalkan kendala di pelabuhan.

Pengguna jasa juga disarankan memantau prediksi cuaca dan mengikuti arahan petugas pelabuhan. Dengan begitu, libur panjang dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa gangguan yang berarti.

Libur Isra Mikraj Jadi Momentum Mobilitas Nasional

Libur panjang Isra Mikraj 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk bepergian antar-pulau dengan layanan penyeberangan. Ratusan ribu penumpang tercatat memanfaatkan fasilitas ASDP, dengan lintasan tersibuk Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.

Persiapan armada, pemantauan cuaca, fleksibilitas tiket, dan koordinasi dengan pemangku kepentingan menjadi kunci kelancaran perjalanan. Data ini menunjukkan pentingnya transportasi laut sebagai sarana mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. 

Dengan strategi operasional yang matang, ASDP berhasil menjaga keamanan, kenyamanan, dan efisiensi perjalanan selama libur panjang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index