JAKARTA - Memasuki tahun 2026, sektor perikanan Indonesia dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang besar di pasar global.
Standar mutu, keamanan pangan, dan kepastian layanan menjadi faktor kunci yang menentukan daya saing produk perikanan nasional.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan kesiapannya mengawal kelancaran ekspor perikanan melalui penguatan sistem mutu yang diakui secara internasional.
Langkah strategis itu ditandai dengan keberhasilan KKP meraih Sertifikat ISO (International Standardization Organization) untuk ruang lingkup sertifikasi mutu perikanan dan layanan laboratorium penguji mutu hasil perikanan pada awal 2026.
Sertifikat ini menjadi pengakuan atas konsistensi sistem manajemen mutu yang diterapkan KKP dalam mendukung aktivitas ekspor dan perlindungan konsumen global.
Sertifikat ISO yang diperoleh KKP dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi independen dunia, Quality Assurance International (QAI). Adapun sertifikasi yang berhasil dikantongi adalah ISO 9001:2015, yang merupakan standar internasional untuk sistem manajemen mutu.
Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi KKP sebagai institusi yang menjamin kualitas dan keamanan hasil perikanan Indonesia.
Seluruh UPT KKP Tersertifikasi ISO
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, menjelaskan bahwa sertifikasi ISO tersebut telah mencakup seluruh unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan KKP. Jumlah UPT yang telah tersertifikasi mencapai 46 unit dan tersebar di setiap provinsi di Indonesia.
"Per 1 Januari 2026 seluruh UPT kami yang berjumlah 46 telah bersertifikasi ISO 9001:2015 di tiap - tiap provinsi di Indonesia dan siap melayani sertifikasi mutu untuk ekspor maupun uji mutu ikan sebagai jaminan keamanan konsumen,” terang Ishartini.
Dengan capaian tersebut, KKP memastikan bahwa layanan sertifikasi mutu dan pengujian hasil perikanan dapat diakses secara merata oleh pelaku usaha di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kelancaran arus ekspor, terutama bagi daerah sentra produksi perikanan.
Kesiapan Mengawal Ekspor Perikanan 2026
Ishartini menyampaikan bahwa perolehan sertifikat ISO 9001:2015 semakin menambah kesiapan KKP dalam mengawal kelancaran ekspor hasil perikanan sepanjang tahun 2026. Penguatan sistem mutu ini menjadi fondasi penting di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap standar keamanan pangan dan kualitas produk.
Sepanjang tahun 2025, produk perikanan Indonesia telah menjangkau 147 negara tujuan ekspor. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan ekspor ke 140 negara. Capaian tersebut menunjukkan bahwa produk perikanan nasional semakin diterima di pasar internasional.
Dari sisi nilai, ekspor komoditas perikanan Indonesia pada periode Januari hingga Oktober 2025 mencapai US$5,07 miliar. Nilai tersebut mengalami kenaikan sebesar 5,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan kontribusi signifikan sektor perikanan terhadap perekonomian nasional.
Ruang Lingkup Sertifikasi ISO KKP
Sertifikat ISO 9001:2015 yang berhasil diraih Badan Mutu KKP mencakup berbagai layanan strategis dalam sistem jaminan mutu perikanan. Sertifikasi ini meliputi penerbitan sejumlah dokumen dan layanan yang menjadi prasyarat utama dalam proses ekspor.
"Sertifikat ISO 9001:2015 yang berhasil diraih Badan Mutu KKP ini meliputi berbagai sertifikasi diantaranya penerbitan SKP (Sertifikat Kelayakan Pengolahan) sebagai prasyarat (prerequisite) mengurus sertifikasi ekspor ikan, SMKHP (Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan), HACCP (Hazard Analytical Critical Control Point) dan pengujian mutu produk perikanan,” tutup Ishartini.
Ruang lingkup sertifikasi tersebut memastikan bahwa setiap tahapan dalam proses produksi dan distribusi hasil perikanan telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Dengan demikian, produk perikanan Indonesia dapat bersaing di pasar global yang semakin selektif.
Quality Assurance sebagai Fondasi Daya Saing
Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pentingnya penerapan quality assurance di sepanjang rantai produksi perikanan, mulai dari hulu hingga hilir. Menurutnya, sistem jaminan mutu yang kuat merupakan kunci untuk memastikan produk perikanan Indonesia memiliki kualitas dan keamanan yang diakui dunia.
Quality assurance yang diterapkan KKP bertujuan memberikan jaminan bahwa produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar teknis, tetapi juga aman bagi konsumen.
Selain itu, sistem ini memperkuat daya saing, meningkatkan keberterimaan produk, serta mendorong hasil perikanan Indonesia menjadi champion di pasar global.
Dengan penerapan standar internasional seperti ISO 9001:2015, KKP menempatkan kualitas sebagai prioritas utama dalam strategi pengembangan sektor perikanan nasional. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong ekspor bernilai tambah dan memperluas akses pasar internasional.
Mendorong Kepercayaan Pasar Global
Sertifikasi ISO yang diraih KKP tidak hanya berdampak pada internal organisasi, tetapi juga memberikan kepastian bagi mitra dagang internasional.
Pengakuan dari lembaga sertifikasi independen dunia seperti QAI menjadi bukti bahwa sistem manajemen mutu KKP telah memenuhi standar global.
Kepercayaan pasar internasional terhadap produk perikanan Indonesia diharapkan semakin meningkat. Dengan dukungan layanan sertifikasi dan pengujian mutu yang terstandar, pelaku usaha perikanan memiliki landasan yang kuat untuk menembus pasar ekspor dan memperluas jaringan distribusi.
Memasuki tahun 2026, KKP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga mutu, keamanan, dan daya saing hasil perikanan nasional.
Sertifikasi ISO 9001:2015 menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan ekspor perikanan Indonesia berjalan lancar, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar global.