Ultrajaya

Sabana Prawirawidjaja Tambah Kepemilikan Saham Ultrajaya Besar

Sabana Prawirawidjaja Tambah Kepemilikan Saham Ultrajaya Besar
Sabana Prawirawidjaja Tambah Kepemilikan Saham Ultrajaya Besar

JAKARTA - Konglomerat Sabana Prawirawidjaja kembali menunjukkan dominasinya di industri susu UHT Indonesia dengan memperkuat kepemilikan saham di PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ). 

Aksi ini mencerminkan strategi jangka panjangnya untuk menjaga kendali terhadap perusahaan yang telah menjadi ikon di sektor konsumer, sekaligus memastikan stabilitas dan arah bisnis perseroan di tengah dinamika pasar. 

Penambahan saham yang dilakukan pada akhir 2025 ini memperlihatkan bahwa Sabana menekankan pentingnya kesinambungan kepemilikan, meski porsi hak suara relatif stabil.

Langkah ini menegaskan pola yang konsisten dari Sabana dalam mengatur portofolio sahamnya di ULTJ, di mana penguasaan saham bukan sekadar aset finansial, tetapi juga instrumen strategis untuk menjaga pengaruh terhadap keputusan perusahaan.

Penambahan Saham Terbaru dan Tujuan Bisnis

Berdasarkan keterbukaan informasi ULTJ yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 6 Januari 2026, Sabana menambah kepemilikan sebanyak 700.000 lembar saham melalui transaksi tidak langsung pada 30 Desember 2025, dengan harga Rp1.440 per saham. Transaksi ini bertujuan untuk kepentingan bisnis dan mengokohkan posisi Sabana di perusahaan.

Dengan penambahan ini, jumlah saham yang dimiliki meningkat dari 5.527.219.300 lembar menjadi 5.527.919.300 lembar, sementara porsi hak suara tetap berada di level 53,16%. 

Hal ini menandakan bahwa meski jumlah saham bertambah, kontrol Sabana atas arah strategis perusahaan tidak berubah, menunjukkan perencanaan kepemilikan yang matang dan berkelanjutan.

Pola Kepemilikan Saham Sepanjang Tahun

Aksi Sabana pada akhir 2025 bukanlah yang pertama dalam tahun berjalan. Sepanjang 2025, ia tercatat memborong ratusan juta lembar saham ULTJ. 

Misalnya, pada 21 Agustus 2025, Sabana menambah 120.000 lembar saham sehingga total kepemilikannya naik menjadi 5,52 miliar lembar atau setara 53,16% hak suara.

Berdasarkan data terminal Bloomberg, secara kumulatif sepanjang 2025 Sabana menambah 351 juta lembar saham. Modal rata-rata yang dirogohnya atau cost basis per share tercatat di kisaran Rp1.290,27 per saham. 

Sebelumnya, pada akhir 2024, Sabana memegang 5,17 miliar lembar saham ULTJ, menunjukkan pertumbuhan kepemilikan yang stabil dan strategis.

Pola ini melanjutkan tren tahun sebelumnya, di mana pada 2024 Sabana menambah 1,62 miliar saham setelah pada 2023 melepas akumulasi 1,59 miliar saham. 

Tren beli-jual ini menegaskan bahwa strategi kepemilikan saham Sabana bersifat dinamis dan terukur, menyesuaikan kebutuhan bisnis dan likuiditas pasar.

Implikasi Strategis bagi Ultrajaya dan Pasar

Penguatan kepemilikan Sabana Prawirawidjaja memberikan dampak strategis yang signifikan bagi ULTJ. Dengan kontrol mayoritas yang terjaga, keputusan bisnis besar, termasuk ekspansi produksi, inovasi produk, dan penetrasi pasar, dapat dijalankan dengan koordinasi yang lebih efisien.

Selain itu, stabilitas kepemilikan saham mayoritas juga memberikan sinyal positif kepada investor institusi dan pasar saham. Konsistensi Sabana dalam mempertahankan posisi mayoritas menunjukkan kepercayaan pada fundamental perusahaan dan prospek jangka panjang industri susu UHT di Indonesia.

Di sisi lain, aksi ini memperkuat posisi ULTJ di tengah persaingan industri konsumer yang semakin kompetitif. Pengendalian yang kuat memungkinkan perusahaan untuk merespons tren pasar, inovasi produk, dan kebutuhan konsumen dengan lebih cepat, sambil menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan pertumbuhan jangka panjang.

Kesinambungan Kepemimpinan dan Arah Bisnis

Bagi Sabana Prawirawidjaja, kepemilikan saham bukan sekadar instrumen finansial, melainkan sarana untuk mempengaruhi arah strategis perusahaan. 

Dengan mempertahankan mayoritas, ia memastikan bahwa visi jangka panjang ULTJ tetap sejalan dengan strategi perusahaan keluarga yang menekankan kualitas produk, inovasi, dan daya saing di pasar domestik maupun ekspor.

Langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen Sabana untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan stabilitas manajemen di ULTJ. 

Dengan dukungan mayoritas, perusahaan mampu merencanakan pengembangan produk baru, ekspansi fasilitas produksi, dan berbagai inisiatif strategis lainnya tanpa terganggu ketidakpastian kepemilikan.

Secara keseluruhan, akumulasi kepemilikan saham Sabana sepanjang 2025 menegaskan pola investasi strategis yang fokus pada kontrol, pertumbuhan jangka panjang, dan penguatan posisi Ultrajaya sebagai pemain utama di industri susu UHT Indonesia. 

Langkah-langkah ini juga memberikan gambaran bagaimana perusahaan keluarga dapat mengelola pengaruh dan pertumbuhan dalam industri konsumer yang kompetitif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index