JAKARTA - Pergerakan harga kebutuhan pokok di Jawa Timur kembali menunjukkan dinamika yang perlu dicermati masyarakat.
Memasuki awal Januari 2026, sejumlah komoditas sembako mengalami perubahan harga yang beragam. Ada yang turun dan meringankan pengeluaran, namun tak sedikit pula yang mengalami kenaikan sehingga berpotensi menambah beban belanja rumah tangga.
Berdasarkan pantauan terbaru, harga cabai menjadi salah satu komoditas yang mengalami penurunan. Sebaliknya, beberapa bahan pangan penting seperti bawang merah, bawang putih, dan daging justru tercatat mengalami kenaikan harga.
Kondisi ini mencerminkan fluktuasi harga yang masih terjadi dari hari ke hari di pasar Jawa Timur.
Memantau harga sembako secara rutin menjadi langkah penting bagi masyarakat. Informasi ini tidak hanya membantu dalam menyusun anggaran belanja harian, tetapi juga berperan dalam menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga di tengah situasi harga yang cenderung berubah-ubah.
Update Harga Sembako Jawa Timur 5 Januari 2026
Sembako merupakan singkatan dari sembilan bahan pokok yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari. Komoditas ini memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan gizi dan kebutuhan rumah tangga.
Sembilan bahan pokok tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam. Selain itu, cabai juga menjadi kebutuhan dapur penting yang kerap diperhatikan pergerakan harganya.
Berikut daftar harga sembako terbaru di Jawa Timur, Selasa 5 Januari 2026 pukul 09.22 WIB, yang dirangkum dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur:
Beras Premium: Rp 14.888/kg
Beras Medium: Rp 12.891/kg
Gula kristal putih: Rp 16.424/kg
Minyak goreng curah: Rp 18.506/kg
Minyak goreng kemasan premium: Rp 20.636/liter
Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 17.588/liter
Minyak goreng Minyakita: Rp 16.937/liter
Daging sapi paha belakang: Rp 120.385/kg
Daging ayam ras: Rp 36.096/kg
Daging ayam kampung: Rp 69.285/kg
Telur ayam ras: Rp 28.720/kg
Telur ayam kampung: Rp 45.082/kg
Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.463/370 gr/kl
Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.421/370 gr/kl
Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.992/400 gr/dos
Susu bubuk merek Indomilk: Rp 41.459/400 gr/dos
Garam bata: Rp 1.698
Garam halus: Rp 9.555/kg
Cabai merah keriting: Rp 31.364/kg
Cabai merah besar: Rp 27.041/kg
Cabai rawit merah: Rp 42.343/kg
Bawang merah: Rp 36.506/kg
Bawang putih: Rp 31.808/kg
Gas elpiji: Rp 19.844
Harga tersebut merupakan rata-rata di wilayah Jawa Timur dan dapat berbeda di setiap pasar.
Komoditas yang Mengalami Penurunan Harga
Berdasarkan data hari ini, beberapa komoditas mengalami penurunan harga yang cukup terasa. Cabai menjadi komoditas yang paling menonjol dalam tren penurunan.
Cabai merah keriting turun Rp 975 atau 3,02 persen
Cabai merah besar turun Rp 1.934 atau 6,67 persen
Cabai rawit merah turun Rp 1.504 atau 3,43 persen
Telur ayam kampung turun Rp 1.174 atau 2,54 persen
Minyak goreng curah turun Rp 206 atau 1,10 persen
Penurunan ini memberikan sedikit ruang bagi konsumen untuk menghemat pengeluaran, khususnya bagi rumah tangga yang bergantung pada bahan dapur tersebut dalam aktivitas memasak sehari-hari.
Komoditas yang Mengalami Kenaikan Harga
Di sisi lain, sejumlah bahan pokok justru mengalami kenaikan harga, meskipun persentasenya relatif kecil.
Gas elpiji 3 kg naik Rp 136 atau 0,69 persen
Bawang merah naik Rp 370 atau 1,02 persen
Bawang putih naik Rp 211 atau 0,67 persen
Daging sapi naik Rp 343 atau 0,29 persen
Daging ayam kampung naik Rp 148 atau 0,21 persen
Minyak goreng premium naik Rp 380 atau 1,87 persen
Kenaikan ini patut diantisipasi, terutama karena komoditas tersebut termasuk kebutuhan utama yang sulit digantikan dalam konsumsi rumah tangga.
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Harga Sembako
Perubahan harga sembako tidak terjadi tanpa sebab. Ada berbagai faktor yang memengaruhi naik turunnya harga bahan pokok di pasar.
Salah satunya adalah keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Ketika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika pasokan melimpah, harga bisa turun.
Cuaca ekstrem, bencana alam, dan perubahan musim juga berdampak besar terhadap produksi pertanian. Gangguan produksi akibat cuaca buruk dapat mengurangi pasokan dan mendorong kenaikan harga.
Selain itu, kebijakan pemerintah seperti impor, subsidi, pajak, atau regulasi tertentu turut memengaruhi harga sembako. Pembatasan impor atau perubahan kebijakan fiskal dapat berdampak langsung pada harga di pasar.
Biaya produksi dan distribusi juga menjadi faktor penting. Kenaikan harga pupuk, bahan bakar, atau upah tenaga kerja dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, yang kemudian tercermin pada harga jual.
Faktor lainnya adalah nilai tukar mata uang. Fluktuasi kurs, khususnya jika bahan baku atau produk tertentu masih bergantung pada impor, dapat memengaruhi harga. Depresiasi nilai tukar akan membuat harga barang impor lebih mahal.
Tingkat inflasi yang tinggi juga berkontribusi terhadap kenaikan harga sembako secara umum, seiring meningkatnya biaya barang dan jasa.
Tak kalah penting, kendala rantai distribusi seperti kemacetan, masalah logistik, atau hambatan pengiriman dapat mengurangi pasokan di pasar dan memicu kenaikan harga.
Pentingnya Pengawasan Harga Sembako
Dengan berbagai faktor yang memengaruhi harga, pengawasan harga sembako menjadi sangat penting. Perubahan harga yang terjadi hampir setiap hari menuntut kebijakan yang tepat agar stabilitas pasar tetap terjaga.
Bagi masyarakat, memahami pola perubahan harga dapat membantu menyusun strategi belanja yang lebih efisien dan bijak, sehingga pengeluaran tetap terkendali meskipun harga bahan pokok berfluktuasi.