Cara Menyimpan Bumbu Dapur

Enam Cara Menyimpan Bumbu Dapur agar Awet dan Tidak Cepat Rusak

Enam Cara Menyimpan Bumbu Dapur agar Awet dan Tidak Cepat Rusak
Enam Cara Menyimpan Bumbu Dapur agar Awet dan Tidak Cepat Rusak

JAKARTA - Aroma sedap dari masakan rumahan sering kali bukan hanya berasal dari teknik memasak, melainkan juga dari kualitas bumbu dapur yang digunakan. 

Bumbu yang masih segar, harum, dan kaya rasa mampu mengangkat cita rasa masakan sederhana menjadi hidangan yang menggugah selera. Sayangnya, banyak orang baru menyadari pentingnya penyimpanan bumbu setelah aroma dan rasa bumbu mulai memudar.

Masalah bumbu dapur yang cepat kehilangan kualitas kerap terjadi akibat kesalahan penyimpanan. Paparan udara, cahaya, panas, hingga penggunaan wadah yang kurang tepat dapat mempercepat proses penurunan mutu bumbu. 

Jika dibiarkan, bumbu bukan hanya kehilangan aroma, tetapi juga berisiko rusak sebelum habis digunakan. Kondisi ini tentu merugikan, baik dari sisi rasa maupun pengeluaran rumah tangga.

Padahal, menyimpan bumbu dapur dengan cara yang benar bukanlah hal rumit. Dengan sedikit perhatian terhadap bentuk bumbu, lokasi penyimpanan, serta wadah yang digunakan, kualitas bumbu bisa dijaga lebih lama. 

Selain menjaga cita rasa masakan, langkah ini juga membantu menghemat biaya karena bumbu tidak perlu sering diganti.

Mengutip dari berbagai sumber, berikut enam cara menyimpan bumbu dapur agar tetap awet, tahan lama, dan tidak kehilangan aroma alaminya.

1. Pilih bumbu dapur dalam bentuk utuh

Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan untuk menjaga keawetan bumbu adalah memilih bumbu dalam bentuk utuh. Contohnya biji lada, cengkih, atau kayu manis batang. Bumbu dalam kondisi utuh cenderung memiliki daya simpan lebih lama dibandingkan bumbu yang sudah digiling.

Permukaan bumbu utuh yang lebih kecil membuatnya tidak mudah teroksidasi saat terpapar udara. Sebaliknya, bumbu bubuk memiliki permukaan lebih luas sehingga lebih cepat bereaksi dengan udara. 

Selain itu, proses penggilingan dapat menghasilkan panas dan gesekan yang berpotensi mengurangi aroma serta rasa alami bumbu. Oleh karena itu, menggiling bumbu sesaat sebelum digunakan menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kualitasnya.

2. Beli bumbu dalam jumlah kecil

Membeli bumbu dapur dalam jumlah besar sering kali dianggap lebih ekonomis. Namun, kebiasaan ini justru dapat berdampak sebaliknya jika bumbu tidak habis dalam waktu lama. Menurut Tasting Table, bumbu yang disimpan terlalu lama cenderung mengalami perubahan warna dan penurunan aroma, sehingga tidak lagi memberikan rasa optimal saat dimasak.

Agar bumbu tetap segar, belilah dalam jumlah kecil sesuai kebutuhan harian atau mingguan. Cara ini memungkinkan bumbu digunakan saat kualitasnya masih prima, sekaligus mengurangi risiko pemborosan akibat bumbu yang terlanjur rusak.

3. Simpan di tempat gelap

Cahaya, terutama sinar matahari, merupakan salah satu musuh utama bumbu dapur. Paparan cahaya dapat meningkatkan suhu dan mempercepat penguapan minyak esensial dalam bumbu, yang menjadi sumber utama aroma dan rasa.

Untuk menghindari hal tersebut, simpan bumbu di tempat yang gelap, seperti di dalam lemari dapur tertutup. Jika bumbu harus diletakkan di area terbuka, pastikan posisinya jauh dari jendela atau sumber cahaya langsung. Dengan begitu, bumbu dapat terhindar dari paparan sinar matahari yang berlebihan.

4. Jauhkan dari sumber panas

Selain cahaya, panas juga berperan besar dalam menurunkan kualitas bumbu dapur. Menyimpan bumbu di dekat kompor atau oven memang terasa praktis karena mudah dijangkau, tetapi kebiasaan ini justru mempercepat kerusakan bumbu.

Menurut Better Homes and Gardens, fluktuasi suhu yang tinggi dapat membuat bumbu cepat kehilangan aroma dan rasanya. Suhu panas juga dapat memicu penguapan minyak esensial dalam bumbu. Setelah digunakan, sebaiknya bumbu segera dikembalikan ke tempat penyimpanan yang sejuk dan kering untuk menjaga kestabilan suhunya.

5. Gunakan wadah kaca yang kedap udara

Jenis wadah penyimpanan sangat memengaruhi keawetan bumbu dapur. Stoples kaca atau logam yang kedap udara merupakan pilihan terbaik untuk menjaga kualitas bumbu. Wadah ini mampu melindungi bumbu dari udara lembap, cahaya, dan bau dari bahan lain di sekitarnya.

Meskipun wadah plastik juga sering digunakan, beberapa jenis bumbu yang kaya minyak esensial, seperti cengkih dan bunga lawang, dapat bereaksi dengan plastik jika disimpan terlalu lama. Reaksi ini bukan hanya memengaruhi kualitas bumbu, tetapi juga dapat merusak wadah itu sendiri.

6. Simpan beberapa bumbu di kulkas dengan benar

Tidak semua bumbu cocok disimpan di dalam kulkas. Namun, untuk bumbu dengan kandungan minyak tinggi, seperti biji wijen atau rempah segar, penyimpanan di kulkas dapat membantu mencegah bumbu menjadi tengik atau cepat rusak.

Untuk bumbu kering, freezer juga bisa menjadi pilihan, terutama jika disimpan dalam kemasan vakum. Meski demikian, tidak semua bahan cocok dengan suhu rendah. Vanili atau ekstrak vanili, misalnya, sebaiknya tidak disimpan di kulkas karena suhu dingin dapat menurunkan kualitasnya.

Dengan memahami karakter masing-masing bumbu, Anda bisa menentukan metode penyimpanan yang paling sesuai.

Menerapkan enam cara menyimpan bumbu dapur ini dapat membantu menjaga kualitas bumbu tetap optimal dalam jangka waktu lama. 

Bumbu yang awet dan harum tidak hanya membuat masakan lebih lezat, tetapi juga membantu menghemat pengeluaran dapur. Dengan penyimpanan yang tepat, setiap masakan rumahan dapat tetap kaya rasa dan aroma.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index