JAKARTA - Pasca bencana di wilayah Sumatera, ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat terdampak.
Menyadari pentingnya akses ini, Polri menargetkan pembangunan 569 sumur bor di sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah nyata Polri dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana.
Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa hingga saat ini, telah terealisasi sebanyak 249 titik sumur bor. Dari jumlah tersebut, 236 titik sudah aktif melayani masyarakat, sementara 13 titik masih dalam proses pembangunan.
“Pembangunan sumur bor ini menjadi bentuk komitmen Polri untuk membantu masyarakat terdampak bencana agar tetap memiliki akses air bersih,” ujar Trunoyudo.
Rinciannya: Aceh Jadi Wilayah Prioritas
Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan alokasi sumur bor terbanyak, yakni 389 titik. Hingga kini, 171 titik telah terealisasi, terdiri dari 167 titik aktif dan 4 titik masih dalam pembangunan. Kabupaten Aceh Tamiang tercatat memiliki realisasi terbanyak, yaitu 132 titik aktif dari target 300 titik.
Pembangunan di Aceh tidak hanya fokus pada Aceh Tamiang, tetapi juga menyebar di sejumlah kabupaten lain, termasuk Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Barat, Pidie, Nagan Raya, dan Singkil. Keberadaan sumur bor ini diharapkan dapat langsung menjangkau masyarakat terdampak dan mendukung proses pemulihan.
Sumatera Utara: Semua Titik Sudah Aktif
Di Provinsi Sumatera Utara, seluruh rencana pembangunan sebanyak 30 titik sumur bor telah terealisasi dan seluruhnya berstatus aktif. Titik-titik ini tersebar di Kabupaten Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah.
“Pembangunan di Sumatera Utara berjalan lancar, dan seluruh titik sudah bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” tambah Trunoyudo.
Sumatera Barat: Pembangunan Masih Berjalan Bertahap
Sementara itu, di Sumatera Barat, dari total rencana 150 titik, hingga saat ini baru 48 titik yang terealisasi. Rinciannya, 39 titik sudah aktif, sedangkan 9 titik masih dalam proses pembangunan. Pembangunan tersebar di Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, serta Kota Padang Panjang, Bukittinggi, dan Kota Solok.
Trunoyudo menekankan bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan koordinasi antarinstansi terkait agar target dapat tercapai sesuai rencana.
Koordinasi dan Sinergi untuk Mempercepat Pembangunan
Polri menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi teknis lainnya, untuk memastikan pembangunan sumur bor berjalan efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, percepatan pembangunan juga melibatkan tim Polri di lapangan untuk memastikan instalasi sumur bor sesuai standar teknis dan dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. Dengan pendekatan ini, Polri berharap sumur bor dapat menjadi solusi air bersih yang andal bagi warga terdampak.
Manfaat Langsung Bagi Masyarakat
Keberadaan sumur bor diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama untuk kebutuhan minum, memasak, mandi, dan pertanian kecil.
Trunoyudo menekankan bahwa selain menyediakan air bersih, sumur bor juga membantu masyarakat pulih dari trauma bencana, karena akses air menjadi salah satu faktor utama dalam stabilitas kehidupan sehari-hari.
“Sumur bor ini tidak hanya memberikan air bersih, tetapi juga menjadi simbol kepedulian Polri terhadap warga terdampak bencana,” jelas Trunoyudo.
Upaya Berkelanjutan Polri untuk Pemulihan Pascabencana
Pembangunan sumur bor ini merupakan bagian dari strategi Polri dalam mendukung program pemulihan pascabencana di Sumatera. Setiap titik sumur bor yang dibangun akan dipantau secara berkala untuk memastikan keberlanjutan operasional dan pemeliharaan.
Polri berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan 569 titik sumur bor sesuai target, sekaligus memastikan masyarakat memiliki akses air bersih yang stabil dan aman. Hal ini sejalan dengan peran Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Substansi Program dan Target Jangka Panjang
Target Polri membangun 569 sumur bor di Sumatera menegaskan fokus jangka panjang terhadap penanganan dampak bencana. Dengan data realisasi dan progres pembangunan saat ini, Polri dapat mengevaluasi wilayah prioritas, mendeteksi hambatan, dan memperbaiki mekanisme distribusi air bersih.
Langkah ini diharapkan tidak hanya mengatasi kebutuhan air bersih jangka pendek, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana di masa mendatang.
Polri menegaskan bahwa pembangunan sumur bor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merupakan bukti nyata dukungan terhadap pemulihan pascabencana.
Dengan total target 569 titik, upaya ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak, mempercepat pemulihan sosial, dan mendorong keberlanjutan kehidupan masyarakat setempat.