JAKARTA - Transportasi berbasis rel kembali menjadi tumpuan utama masyarakat saat momentum mudik Lebaran.
Mengantisipasi lonjakan penumpang pada Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat layanan dengan menghadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan.
Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari strategi menjaga kelancaran arus mudik dan arus balik sekaligus memastikan akses perjalanan tetap terjangkau bagi masyarakat luas.
Perluasan Akses Perjalanan Lebaran
Manager Humas Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan pengoperasian sarana itu disiapkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat pada periode mudik Lebaran. “Kereta Ekonomi Kerakyatan dihadirkan untuk memperluas akses perjalanan Lebaran," kata Franoto.
Kehadiran layanan ini menjadi respons atas tingginya permintaan perjalanan saat Lebaran. Dengan meningkatnya pergerakan masyarakat, kapasitas tambahan menjadi kebutuhan mendesak agar distribusi penumpang tetap terkendali dan perjalanan berlangsung aman serta nyaman.
Kereta Ekonomi Kerakyatan dirancang untuk menjangkau lebih banyak pelanggan yang membutuhkan alternatif transportasi efisien dengan tarif yang tetap terjangkau.
KAI mulai membuka penjualan Kereta Ekonomi Kerakyatan sejak 25 Februari 2026 pukul 00.00 WIB untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026. Tiket dapat dibeli melalui aplikasi Access by KAI dan platform penjualan resmi lainnya.
Jadwal Operasi dan Kapasitas
Franoto menjelaskan, “Kapasitas bertambah, kenyamanan meningkat, dan tarif terjangkau. Ini bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara daya angkut dan kualitas perjalanan saat permintaan Lebaran meningkat,” ujar Franoto.
Kereta Ekonomi Kerakyatan dirangkaikan pada KA Tambahan relasi Pasarsenen–Lempuyangan dengan komposisi lima kereta eksekutif dan empat sarana kereta ekonomi kerakyatan. Total kapasitas kereta eksekutif sebanyak 250 tempat duduk dan ekonomi kerakyatan sebanyak 372 tempat duduk.
Rangkaian tersebut beroperasi pada KA 7039 Tambahan Lempuyangan–Pasarsenen, berangkat 06.00 WIB tiba 13.56 WIB; lalu KA 7040 Tambahan Pasarsenen–Lempuyangan, berangkat 15.25 WIB tiba 22.57 WIB.
Penambahan kapasitas ini diharapkan dapat mengurai kepadatan, terutama pada rute favorit pemudik. Dengan jadwal keberangkatan pagi dan sore, pelanggan memiliki fleksibilitas waktu perjalanan yang lebih luas sesuai kebutuhan masing-masing.
Inovasi Sarana dan Kenyamanan
Lebih lanjut dia mengatakan sarana itu merupakan hasil modifikasi kereta ekonomi AC package generasi sebelumnya yang dikerjakan Insan Balai Yasa Manggarai. Penyesuaian difokuskan pada interior serta konfigurasi kursi untuk meningkatkan pengalaman perjalanan jarak jauh.
Setiap unit memiliki 93 tempat duduk dengan formasi 3:2 yang lebih ergonomis dan lebih lapang dibandingkan susunan sebelumnya yang berkapasitas 106 kursi. Fitur reversible memungkinkan arah kursi disesuaikan dengan laju kereta api sehingga meningkatkan kenyamanan pelanggan.
Perubahan konfigurasi ini menjadi nilai tambah signifikan. Ruang gerak yang lebih lega serta kemampuan kursi untuk menyesuaikan arah perjalanan memberikan pengalaman yang lebih nyaman, khususnya untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh saat arus mudik yang cenderung padat.
Skema Tarif dan Segmentasi
Dari sisi tarif, posisinya berada di atas Public Service Obligation (PSO) dan di bawah Ekonomi Reguler. Skema itu memberikan alternatif bagi masyarakat yang menginginkan harga tetap terjangkau dengan fasilitas yang lebih baik dibandingkan kelas ekonomi bersubsidi.
Model tarif ini dirancang untuk menjaga keseimbangan antara keterjangkauan dan peningkatan layanan. Dengan pilihan kelas yang beragam, pelanggan dapat menyesuaikan kebutuhan perjalanan dengan kemampuan finansial tanpa harus mengorbankan kenyamanan secara signifikan.
Kehadiran Kereta Ekonomi Kerakyatan sekaligus memperluas segmentasi layanan KAI pada masa Lebaran. Tidak hanya fokus pada kapasitas, perusahaan juga mempertimbangkan aspek kualitas perjalanan agar tetap kompetitif di tengah tingginya permintaan.
Strategi Kesiapan Lebaran Menyeluruh
Franoto menambahkan optimalisasi sarana yang telah dimiliki menjadi bagian dari inovasi layanan untuk meningkatkan kapasitas dalam waktu singkat.
“Lebaran menuntut kesiapan menyeluruh. Melalui inovasi pada sarana yang ada, kapasitas bertambah dan kualitas perjalanan meningkat. Pelanggan memiliki lebih banyak pilihan jadwal serta kelas sesuai kebutuhan,” jelas Franoto.
Melalui pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI memperluas akses transportasi publik berbasis rel, mendukung kelancaran arus mudik, serta menjaga keterjangkauan bagi berbagai segmen pelanggan selama layanan Lebaran 2026.
Upaya ini menunjukkan bahwa kesiapan angkutan Lebaran tidak hanya bertumpu pada penambahan jadwal, tetapi juga optimalisasi aset yang sudah ada.
Dengan modifikasi sarana, pengaturan kapasitas, serta skema tarif yang adaptif, KAI berupaya menjawab tantangan lonjakan mobilitas tahunan secara komprehensif.
Momentum Lebaran selalu menjadi ujian bagi sistem transportasi nasional.
Dengan hadirnya Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI berupaya memastikan perjalanan masyarakat tetap aman, nyaman, dan terjangkau, sekaligus menjaga kelancaran arus mudik dan balik pada 2026.